Lega dan Anteng: Mengelola Amarah dan Memutus Luka Pengasuhan
- Get link
- X
- Other Apps
Workshop Anger Management dan Membasuh Luka Pengasuhan yang diadakan oleh Dandiah Care di Surabaya adalah pengalaman transformatif, membawa peserta dari isak tangis intens menuju perasaan lega dan merdeka. Sesi terapi self-healing yang dipandu oleh mentor seperti Pak Dandi dan Bu Diah Mahmoedah membuka jalan untuk membuang emosi negatif yang terpendam.
Workshop ini mengajarkan bahwa kesuksesan mental bergantung pada penerimaan dan pemafaan—terutama kepada diri sendiri.
Memahami dan Mengelola Amarah (Anger Management)
Ambang batas emosi seringkali dipicu oleh kesalahan pemaknaan terhadap kejadian yang sebetulnya netral. Menyimpan kemarahan (anger-in) atau melampiaskannya secara agresif (anger-out) adalah racun. Kuncinya adalah mengelola, bukan menghilangkan, amarah:
1. Asertivitas: Marah yang Cerdas
Daripada bersikap pasif-agresif (menghindar tapi menyimpan dendam), kita didorong menjadi asertif: menyampaikan keluhan secara sopan dan langsung, disertai alasan yang jelas.
Teknik "I Message": Kritik fokus pada perilaku spesifik, bukan kepribadian pasangan (contoh: "Saya kurang suka handuk di atas kasur," bukan "Kamu selalu salah.").
"Crit Sandwich": Mengemas kritik di antara dua pujian (Pujian - Kritik - Pujian).
2. Mengubah Energi Negatif
Setelah sesi terapi, peserta merasa energetik karena berhasil mengalirkan emosi negatif. Kemarahan tidak boleh ditekan; ia harus dialirkan. Untuk mengendalikan amarah, kenali 4C (menurut Dr. Dan Siegel):
Cerdas mengenali trigger (pemicu).
Cerdas mengenali reaksi tubuh.
Cerdas mengenali emosi di balik amarah.
Cerdas melatih ekspresi marah yang selaras dengan prinsip diri.
Memutus Rantai Luka Pengasuhan
Salah satu bahasan paling krusial adalah luka pengasuhan (childhood trauma). Fenomena yang sering terjadi adalah: korban kekerasan akhirnya menjadi pelaku kekerasan karena menyimpan luka yang tidak disembuhkan. Hal ini terbukti memengaruhi kinerja, bahkan menyebabkan tingginya turnover karyawan di perusahaan.
Untuk memutus siklus ini, Dandiah Care menawarkan 5M Journey:
Membayar Utang Pengasuhan: Memperbaiki kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan kepada anak.
Membasuh Luka Pengasuhan: Menyembuhkan trauma masa kecil melalui terapi self-healing dan reparenting.
Memperbaiki Kualitas Pengelolaan Emosi dengan Anger Management.
Memperbaiki Kualitas Pernikahan (Kompak), karena pernikahan toksik memicu amarah dan frustrasi.
Menjemput Ilmu Positive Parenting.
Pemaafan dan Kesehatan Mental
Kesan mendalam dari workshop ini adalah perasaan langgas (bebas) dan adem (tenang). Memelihara kemarahan sama dengan meracuni diri sendiri (self-toxication). Pemafaan (forgiveness) adalah penawar amarah yang paling mujarab.
Bu Diah menyarankan tahapan 4A dalam proses pelepasan emosi:
Aware: Menyadari luka dan dampaknya.
Accept: Menerima semua rasa sakit, dendam, atau amarah.
Allow: Mengizinkan diri meluapkan emosi (misalnya menangis).
Away: Membuang kemarahan dengan kesadaran bahwa kitalah yang memetik manfaat dari pemafaan.
Kesehatan mental adalah prioritas ("There’s no health without mental health"). Stres adalah respons alami, yang perlu dikelola (eustress positif) agar tidak berubah menjadi distress (stres negatif) yang merusak logika dan jiwa (amygdala hijacking).
Semua orang, tanpa memandang latar belakang, memerlukan ilmu anger management. Jangan tunggu sakit; cari bantuan selagi masih sehat agar bisa menjalani hidup lebih ikhlas dan tidak mudah "ngegas" saat menghadapi masalah.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment